Jumat, 20 Juli 2012

tugas antok mahasiswa unanda



DASAR-DASAR AGRONOMI



Description: D:\Logo - logo\UNIVERSITAS ANDI DJEMMA.jpeg


DI SUSUN OLEH :


I PUTU SUMARIANTO


UNIVERSITAS ANDI DJEMMA (UNANDA)
CAB. MASAMBA
2010 / 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjat kan kehadiran tuhan yang maha kuasa atas terselesainya makala yang berjudul “PERTUMBUHAN TANAMANini penyusun juga mengucapkan terimakasi atas dukungan bapa/ibik dosen dan teman-teman sekalian yang sagat membantu terselesainya makala mata kulkulian DASAR-DASAR AGRONOMI mengenai PERTUMBUHAN TANAMAN
 Melalui makala ini kami juga igin menginpormasikan masukan kepada para pembaca mengenal PERTANIAN namun penyusun menyadari bahwa penyusun masih mempunyai kekurangan dalam penyusunan makalaini.karena itu kami memintak saran dan kritikan atas makala ini dan kami juaga memperbaiki lebih baik kedepan.
Masamba,FEBRO 2011



Penyusun








Pertuimbuhan tanaman i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
A.latarbelakang......................................................................................1
B.rumusan masalah...............................................................................2
C.tujuan dan kegunaan..........................................................................2
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................3
A.tanaman kentang................................................................................3
BAB III METODE PENELITIAN.............................................................................,,8
A.lokasi....................................................................................................8
B.wilayah.................................................................................................8
BAB IV HASIL..............................................................................................................9
A.hasil………….………………...........................................................9
BAB V KESIMPULAN..............................................................................................11
A.kesimpulan...........................................................................................11
b.saran......................................................................................................11






Pertuimbuhan tanaman ii

BAB I
PENDAHULUAN

Bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan akan produk pertanian, maka teknologi baru untuk pengembangan varietas baru, seperti jagung, padi, gandum serta tanaman komersial lainnya juga nampak semakin menantang. Namun demikian, pemanfaatan input buatan yang berlebihan dan tidak seimbang, bisa menimbulkan dampak besar, bukan hanya terhadap ekologi dan lingkungan, tetapi bahkan terhadap situasi ekonomi, sosial dan politik diantaranya dengan adanya ketergantungan pada impor peralatan, benih serta input lainnya. Akibat selanjutnya adalah menyebabkan ketidakmerataan antar daerah dan perorangan yang telah memperburuk situasi sebagian besar petani lahan sempit yang tergilas oleh revolusi hijau (Sach, 1987 dalam Reijntjes, Haverkort, dan Bayer,1999).Sistem pertanian semakin tergantung pada input-input luar sebagai berikut : kimia buatan (pupuk, pestisida), benih hibrida, mekanisasi dengan pemanfaatan bahan bakar minyak dan juga irigasi. Konsumsi terhadap sumber-sumber yang tidak dapat diperbaharui, seperti minyak bumi dan fosfat sudah dalam tingkat yang membahayakan. Dalam rangka memasuki revolusi hijau kedua ini kita belajar dari kenyataan bahwa teknologi maju dan mahal akan memproduksi barang yang mahal pula termasuk makanan. Pengkajian kembali teknologi yang tidak hanya berorientasi kepada penggunaan energi secara maksimal dan intensif
A.LATAR BELAKANG
Pengaruh jangka panjang dari perkembangan dunia pertanian dan industri dalam sistem petanian moderen, ternyata menghasilkan dampak negatif yang besar terhadap ekosistim alam. Pencemaran oleh bahan-bahan kimia beracun akibat tingginya intensitas pemakaian pupuk, pestisida dan herbisida telah lama diketahui. Demikian pula dengan ketahanan (resistensi) hama yang semakin meningkat terhadap pestisida akibat penyemprotan yang semakin tinggi serta pencemaran air tanah maupun sungai oleh senyawa nitrat akibat peggunaan pupuk yang berlebihan. Pertanian moderen juga telah mengurangi keragaman spesies tanaman secara
drastis akibat penerapan sistem monokultur secara besar-besaran. Ekosistem alam yang semula tersusun sangat kompleks, berubah menjadi ekosistem yang susunannya sangat sederhana akibat berkurangnya spesies tanaman tersebut.

Pertuimbuhan tanaman 1

B.RUMUSAN MASALAH.
       Adapun rumusan masalah dalam pembagunan pertanian yaitu:          

1.    Apa yang menjadi factor utama dalam pertanian ?
2.    Bagai mana petani dapat meningkatkan hasil pertanian ?
3.    Apakah petani dapat menjalankan pertanian tanpa biaya ?

C.TUJUAN MASALAH
Adapun tujuan yaitu :
·         Mengetahui factor utama pertanian
·         Meningkatkan mutu pertanian
·         Mengetahui kendala dalam pertanian













Pertuimbuhan tanaman 2


BAB II
PEMBAHASAN


A.TANAMAN KENTANG

1.Sejarah Singkat

Tanaman ini berasal dari daerah subtropis di Eropa yang masuk ke Indonesia pada saat bangsa Eropa memasuki Indonesia di sekitar abad ke 17 atau 18.

Sentra Penanaman
Sentra tanaman yang utama adalah Lembang dan Pangalengan (Jawa Barat), Magelang (Jawa Timur), Bali. Produksi kentang pada tahun 1998 mencapai 1.011.316 ton.
Jenis Tanaman

Kentang (Solanum tuberosum L) termasuk jenis tanaman sayuran semusim, berumur pendek dan berbentuk perdu/semak. Kentang termasuk tanaman semusim karena hanya satu kali berproduksi, setelah itu mati. Umur tanaman kentang antara 90-180 hari.

Dalam dunia tumbuhan, kentang diklasifikasikan sebagai berikut:

a) Divisi : Spermatophyta
b) Subdivisi : Angiospermae
c) Kelas : Dicotyledonae
d) Famili : Solanaceae
e) Genus : Solanum
f) Species : Solanun tuberosum L.

Dari tanaman ini dikenal pula spesies-spesies lain yang merupakan spesies liar, di antaranya Solanum andigenum L, Solanum anglgenum L, Solanum demissum L dan lain-lain. Varitas kentang yang banyak ditanam di Indonesia adalah kentang kuning varitas Granola, Atlantis, Cipanas dan Segunung .


Pertuimbuhan tanaman 3


Manfaat Tanaman

Melihat kandungan gizinya, kentang merupakan sumber utama karbohidrat. Kentang menjadi makanan pokok di banyak negara barat. Zat-zat gizi yang terkandung dalam 100 gram bahan adalah kalori 347 kal, protein 0,3 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 85,6 gram, kalsium (Ca) 20 gram, fosfor (P) 30 mg, besi (Fe) 0,5 mg dan vitamin B 0,04 mg


b. SYARAT PERTUMBUHAN

 Iklim

Daerah dengan curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun sangat sesuai untuk membudidayakan kentang. Daerah yang sering mengalami angin kencang tidak cocok untuk budidaya kentang.
Lama penyinaran yang diperlukan tanaman kentang untuk kegiatan fotosintesis adalah 9-10 jam/hari. Lama penyinaran juga berpengaruh terhadap waktu dan masa perkembangan umbi.
Suhu optimal untuk pertumbuhan adalah 18-21 derajat C. Pertumbuhan umbi akan terhambat apabila suhu tanah kurang dari 10 derajat C dan lebih dari 30 derajat C.
Kelembaban yang sesuai untuk tanaman kentang adalah 80-90%. Kelembaban yang terlalu tinggi akan menyebabkan tanaman mudah terserang hama dan penyakit, terutama yang disebabkan oleh cendawan.

Media Tanam

Secara fisik, tanah yang baik untuk bercocok tanaman kentang adalah yang berstruktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam. Sifat fisik tanah yang baik akan menjamin ketersediaan oksigen di dalam tanah.
Tanah yang memiliki sifat ini adalah tanah Andosol yang terbentuk di pegunungan-pegunungan.
Keadaan pH tanah yang sesuai untuk tanaman kentang bervariasi antara 5,0-7,0, tergantung varietasnya. Untuk produksi yang baik pH yang rendah tidak cocok ditanami kentang.Pengapuran mutlak diberikan pada tanah yang memiliki nilai pH sekitar 7.







Pertuimbuhan tanaman 4

Ketinggian Tempat

Daerah yang cocok untuk menanam kentang adalah dataran tinggi/daerah pegunungan, dengan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl. Ketinggian idealnya berkisar antara 1000-1300 m dpl. Beberapa varitas kentang dapat ditanam di dataran menengah (300-700 m dpl).

 Gambaran Peluang Agribisnis

Di awal krisis ekonomi harga komoditi kentang meningkat sampai lebih dari dua kalinya. Saat ini ketika harga komoditi hortikultur lainnya seperti bawang daun dan cabe menurun drastis, harga kentang di pasaran relatif masih sangat baik.

Kentang adalah salah satu komoditi hortikultura yang harganya relatif stabil dan tidak terlalu tergantung musim. Harga yang stabil ini lebih menjamin masa depan agribisnis kentang daripada komoditi hortikultura lainnya.

Walaupun Indonesia sudah mengekspor kentang ke Malaysia melalui Brastagi, peluang ekspor ke negara lainnya harus diambil.


2.TANDAR PRODUKSI

 Ruang lingkup
Standar ini meliputi klasifikasi dan syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara pengujian contoh, syarat penandaan dan pengemasan.

Diskripsi
Kentang yang segar adalah umbi batang dari tanaman kentang dalam keadaan utuh bersih dan segar, sesuai dengan SNI-01-3175-1992

Klasifikasi dan Standar Mutu

Menurut ukuran berat, kentang segar digolongkan dalam:
a) Kecil: 50 gram kebawah.
b) Sedang: 51-100 gram.


Pertuimbuhan tanaman 5
c) Besar: 101-300 gram.
d) Sangat besar: 301 gram ke atas.

Menurut jenis mutunya kentang segar digolongkan dalam 2 jenis mutu, yaitu mutu I dan mutu II.
a) Keseragaman warna dan bentuk: mutu I=seragam; mutu II=seragam.
b) Keseragaman ukuran: mutu I=seragam; mutu II=seragam.
c) Kerataan permukaan kentang: mutu I=rata; mutu II=tidak disyaratkan.
d) Kadar kotor (bobot/bobot): mutu I=maksimum 2,5%; mutu II=maksimum 2,5%.
e) Kentang cacat (bobot/bobot): mutu I=maksimum 5%; mutu II=maksimum 10%.
f) Ketuaan kentang: mutu I=tua; mutu II=cukup tua.

Untuk mendapatkan hasil kentang yang sesuai dengan standar maka dilakukan pengujian Yang meliputi:

Penentuan keseragaman ukuran kentang
Timbang seluruh cuplikan, kemudian timbang tiap butir dalam cuplikan. Pisahkan butir-butir yang beratnya diatas/dibawah ukuran berat yang telah ditentukan dan timbanglah semuanya. Bila presentase berat butir yang diatas/dibawah ukuran berat masing-masing sama/kurang dari 5% maka contoh dianggap seragam.

Penentuan kerataan permukaan kentang
Timbang seluruh cuplikan dan ukur benjolan yang terdapat pada tiap butir dalam cuplikan. Pisahkan butir-butir cuplikan yang mempunyai benjolan lebih dari 1 cm sama/kurang dari 10% jumlah cuplikan maka cuplikan dianggap mempunyai permukaan rata.

Penentuan kadar kotoran
Timbanglah sampai mendekati 0,1 gram sebanyak lebih kurang 500 gram cuplikan dalam wadah yang telah ditera sebelumnya dan tuanglah kedalalam sebuah bak kayu yang disediakan khusus untuk itu. Pilihlah kotoran-kotoran dan timbanglah berat masing-masing.

Penentuan cacat pada kentang segar
Timbang seluruh cuplikan dan tentukan butir-butir kentang yang cacat. Pisahkan butir-butir yang cacat dan timbanglah semuanya. Bila presentase berat butir-butir yang cacat sama/kurang dari 50%, maka cuplikan dianggap Mutu I dan bila sama/kurang dari 10% maka cuplikan dianggap Mutu II.



Pertuimbuhan tanaman 6

BAB III
METODE PENELITIAN

A.   Lokasi
Adapun lokasi, waktu dan tempat dilakukan penelitian yaitu di daerah kelurahan patapang kecamatan tinggi moncong kabupaten gowa pada tanggal 19 febr 2011, pukul 10 : 15 WIB, yang terletak di kelurahan tinggi moncong Karena itu tempat yang tepat untuk dilakukan penelitian.
B.    Wilayah
Kota Malino yang terletak 90 km arah Selatan Kota Makassar ibukota provinsi Sulawesi Selatan, merupakan salah satu obyek wisata alam yang memiliki daya tarik tersendiri. Malino merupakan, seperti kawasan puncak Bogor ataupun Bandung. Di kawasan wisata Malino sendiri, terdapat hutan wisata, berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, akan mengantarkan Anda ke kota Malino. Kawasan tersebut terkenal sebagai wisata sejak zaman penjajahan Belanda. Banyak pengunjung yang datang baik dari Kota Makassar maupun dari daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan, dari seluruh Indonesia bahkan banyak juga touris Mancanegara, untuk mendapatkan tempat rekreasi dan refreshing yang aman, terutama pada saat weekend atau liburan. Sebelum muncul nama Malino, dulu rakyat setempat mengenalnya dengan nama kampung ‘Lapparak’. Laparrak dalam bahasa Makassar berarti datar, yang berarti pula hanya di tempat itulah yang merupakan daerah datar, diantara gunung-gunung yang berdiri kokoh. Terletak di ketinggian antara 980-1.050 DPL.






Pertuimbuhan tanaman 7


         BAB IV
HASIL PENELITIAN


A.HASIL
1.KONDISI UMUM PRAKTEK LAPANG
1.    TANAH
ü  Topografi lokasi tanaman= bergelombang
ü  Testur tanah=lempung berpasir
ü  Struktur berpasir=gembur
ü  Ketinggian tempat=1500 mdpd
2.    IKLIM
·         Suhu dan RH=18-20 c
§  Jml cura hujan=1800 kali/tahun
3.    Tanaman
Ø  Jenis komoditi=kentang wortel,kubis,dan lai-lain
Ø  Sistim penanaman=mono kultur 50%,tumpang sari50%



2.SISTEM BUDIDAYA/PANEN PRODUKSI
1)    Benih
Ø  Sumber benih=dari took
Ø  Perlakuan sebelum di tanam=di bibit
Ø  Jumbelah lahan= ½ hetar
Ø  Jumbelah benih yang digunakan=1000 pohon


Pertuimbuhan tanaman 9

2)    Pegelolahan lahan
Ø  Alat yang di gunakan=cangkul
Ø  Pengolahan tanah=di lubang

3)    Penanaman
Ø  Cara tanam=tanam langsung
Ø  Jarak tanam=30x30
Ø  Sistim penanaman=tumpang sari
Ø  Penyulaman=dig anti
4)    Pemeliharaan
Ø  Pengairan=air hujan dan penyiraman
Ø  Pemupikan=pupuk organic
Ø  Pengendalian gulma=penyeprotan
Ø  Pengendalian hama dan penyakit=erbisida
5)    Panen dan produksi
Ø  Alat panen =tangan
Ø  Indicator= sudah mempunyai anak 5
Ø  Teknik pelaksanaan panen=berkisar umur 3 bulan
Ø  Jml produksi satu musim=10 ton
6)    Pemasaran
Ø  Dikebun/dipasar=pedangang
Ø  Harga jual komoditi=rp.800/kg







Pertuimbuhan tanaman 10
BAB V
KESMPULAN DAN SARAN


A.KESIMPULAN
Di sisi lain mengenai biaya,memeng petani di kecamatan tinggi moncong mengeluarkan biaya cukup besar namun namun hasil yang di proleh cukup besar juga,jadi sebanding degan biaya yang di keluarkan.

malino tepatnya di kecamatan tinggi moncong merupakan merupakan daerah yang cocok bagi pertanian,seperti daun bawang,wortel,kentang,dan bayak masih banyak lainya.namun selain itu petani di kecamata tinggi moncong juga dapat bekal atau pengarahan dari pemerintah setempat untuk bertani yang benar,tampa mengunakan bahan kimia,dan mendapatkan hasil yang berkualitas.
sayuran seperti,wortel,kentang,dan bayak lainnya harganya meningkat pesat di pasar karna harganya yang melambung.dan dari situlan petani semangat untuk bertani.tapi tidak semudah yang kita kira petani juga banyak mengalami kendala dalam bertani misalkan hama dan penyakit,kondisi atau lokasi petani,cuaca dan banyak lainya.


B.SARAN

Dengan dilaksanakannya penyusunan makalah ini yang membahas tentang “PERTUMBUHAN TANAM” saya selaku penyusun atas nama UNIVERSITAS ANDI DJEMMA ingin mengajukan saran agar tahun kedepan saya sangat berharap sebaiknya kegiatan ini masih sanagt perlu diadakan kembali. Dilihat dari segi manfaatnya, kegiatan seperti ini sangat bermamfaat khususnya mahasiswa untuk bekal ke depan. Dan kemudian hari  penyusunan makalah ini akan berguna untuk masing-masing pribadi mahasiswa.
Pertuimbuhan tanaman 11






Tidak ada komentar:

Posting Komentar